Rabu, 18 Juli 2018

BARUCINA - Artemesia Vulgaris L.



Tanaman ini lebih banyak tumbuh di dataran tinggi sampai dengan 3.00m dpl, asal tanaman ini dari Cina. Merupakan herba setengah berkayu, percabangan banyak, beralur dan berambut. Daun berbentuk bulat telur dengan tepi berbagi menjari, ujung meruncing, kedua permukaan daun berambut halus. Warna daun hijau, di bagian bawah berwarna lebih putih, duduk berseling. Bunganya merupakan bunga majemuk, kecil-kecil, warna kuning muda bentuk bonggol tersusun dalam rangkaian berbentuk malai yang tumbuh menunduk, keluar dari ketiak daun dan ujung tangkai. Bijinya halus.

Klasifikasi : 
Disebut Artemesia Vulgaris L. yang termasuk dalam famili tumbuhan Compositae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah jukut lokat mala, suket gajahan atau daun sudamala.

Sifat Kimiawi : Tanaman ini kaya akan berbagai kandungan kimia yang sudah diketahui, seperti minyak menguap, alpha amirin, fenenol, dehydromatricaria ester, cineole, terpinen-4, 1-beta caryophylene, 1-quebrachitol. Akar dan batang mengandung inulin yang terdiri dari artemose, oxytoci, yomogi alkohol dan ridentin.

Efek Farmakologi : Tanaman ini bersifat rasa dingin, menghilangkan sakit, menghentikan pendarahan (hemostatik), melancarkan peredaran darah, mencegah keguguran, mengatur menstruasi. Dalam farmakologi Cina disebut tanaman ini memiliki rasa pahit, pedas dan hangat. Herbal ini termasuk meridian ginjal, paru dan limpa.

Bagian tanaman yang digunakan : Seluruh tanaman yang dikeringkan dengan cara diangin-anginkan, atau daun dan biji dalam keadaan segar.

Penyakit yang dapat disembuhkan dan cara penanganannya :
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
  1. Badan lemas sesudah melahirkan; 4 pohon barucina direbus dengan 6 gelas air sampai tersisa 2 gelas, diminum sehari 2 kali @1gelas setiap sebelum makan.
  2. Lemah syahwat; Biji barucina 15-45gr digiling halus lalu dikonsumsi.
  3. Ayan (Epilepsi); segenggam akar barucina tambah 1 ibu jari gula enau direbus dengan 4 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Minum sehari 2 kali @1gelas.
  4. Sakit tenggorokan; Tumbuk daun barucina, peras dan diminum airnya.
  5. Disentri; Barucina ditambah jahe segar, lalu direbus sampai kental, minum 3x.
  6. Menstruasi berlebihan, sakit pada saat menstruasi dan menstruasi tidak teratur; Rebus tanaman barucina 10-30gr, lalu diminum airnya.
  7. Mencegah keguguran/pergerakan janin berlebihan; Rebus tanaman barucina 10-30gr, lalu diminum airnya.
  8. Mempermudah persalinan atau susah punya anak; Rebus tanaman barucina 10-30gr, lalu diminum airnya.
  9. Muntah darah, mimisan atau pendarahan usus; Rebus tanaman barucina 10-30gr, lalu diminum airnya.

Perhatian : Bagi yang tidak cocok, minum ramuan Barucina memiliki keluhan mulut kering, rasa tidak enak di lambung, mual, muntah, mencret dan pusing. Gejala ini dapat dihilangkan dengan menggunakan minyak daun Artemesia argyi.

Cara Budidaya : Perbanyak tanaman menggunakan stek dan biji. Biji disemaikan dan dipindahkan. Pemeliharaan tanaman ini cukup mudah, dibutuhkan banyak air untuk penyiraman agar tanah tetap lembab dan dilakukan pemupukan dasar.

Daftar Pustaka :
  1. Tanaman Berkhasiat Obat Indonesia – Prof. Hembing W, dkk, jilid 1, Pustaka Kartini, Jakarta, 1995.
  2. Inventaris Tanaman Obat – Dra. Sri Sugati S, Dr. Johnny Ria H, DepKes, 1991, jilid 1, halaman 70-74.
  3. Medicinal Herbs in Indonesia – PT Eisei Indonesia, Jakarta.
  4. Resep Tumbuhan Obat Osteoporosis – Dr. Setiawan Dalimartha, Penerbit Swadaya, 2002, halaman 41. 


0 komentar